Thursday, December 23, 2010

Kisah Malang TKI di Arab Saudi

com, Jeddah: Sungguh malang nasib Hikmah. Maksud hati ingin mengeruk real malah terpuruk di sebuah ruangan isolasi di Wisma Kasih Sayang, Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. Hikmah dikurung karena diduga mengalami gangguan jiwa lantaran tak tahan menerima perlakuan buruk selama bekerja di negara itu.
Di tempat lain, Sumiati binti Salan Mustofa hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit King Fahd, Madinah, Arab Saudi. Sumiati dirawat setelah mengalami
penyiksaan secara sadis oleh majikan perempuannya. Di rumah sakit ini dirawat juga Sunengsih binti Suprina. Ia jatuh dari lantai dua rumah majikannya saat berusaha kabur karena tak tahan selalu disiksa.
Kisah duka tenaga kerja Indonesia (TKI) dari tahun ke tahun sepertinya belum juga reda. Sampai sekarang sejumlah TKI bermasalah yang tinggal di kolong jembatan layang Kandarah, Jeddah, juga masih bertahan di tempat itu. Di kolong jembatan itu, tahun lalu, Halimah binti Kohar, TKI asal Cianjur, Jawa Barat, tewas karena tak segera mendapat pengobatan layak.
Jumlah TKI bersalah memang kecil dibanding tenaga kerja yang bernasib baik. Tapi, tetap saja mereka membutuhkan perlindungan dari negara yang menjuluki mereka pahlawan devisa.(IAN)

FPI Ajak NU Atasi Dolly

Ulama untuk turut mengatasi rencana penutupan lokalisasi Dolly di Kota
FPI Ajak NU Atasi Dolly
Surabaya (ANTARA) - Front Pembela Islam (FPI) mengajak Nahdlatul aya.
"Kami sudah bertemu KH Hasan Mutawakkil `Alallah (Ketua PWNU Jatim) untuk membahas masalah Dolly itu," kata Ketua Umum DPP FPI Habib Rizieq bin Husein Syihab di Surabaya, Kamis.
Menurut dia, pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan menyelenggarakan "workshop" tentang problem sosial di lokalisasi yang konon terbesar di kawasan Asia Tenggara itu.
Dalam workshop nanti, jelas dia, tidak hanya membahas teknis penutupan, tetapi juga mencari solusi untuk menyelamatkan para penghuni lokalisasi yang berada di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya itu.
"Terus terang saya bangga dengan Kiai Mutawakkil. Beliau mampu mengeluarkan gagasan yang luar biasa dan elegan tentang Dolly itu," katanya.
Rizieq akan mengerahkan seluruh pasukannya yang ada di Jatim untuk membentengi gerakan-gerakan dakwah yang dilakukan oleh NU.
Pernyataan itu dilontarkannya untuk menjawab keraguan berbagai pihak bahwa FPI tidak sejalan dengan NU.
"Justru kami ini anak-anak dari keluarga besar NU. Kami mendorong NU sebagai lokomatif di bidang dakwah," katanya saat ditemui usai melantik jajaran DPD FPI Jatim di Balai Pemuda Surabaya.
Selain NU, pihaknya akan mendukung penuh upaya pemerintah dan aparat TNI/Polri dalam menyelesaikan persoalan Dolly secara persuasif.
Bahkan, pihaknya mendesak kalangan legislatif untuk mengeluarkan peraturan daerah yang melarang segala bentuk prostitusi dengan menerapkan sanksi hukum yang tegas terhadap pelakunya.

Melonjak, TKI yang Bawa Pulang Anak

l
Liputan6.com, Tangerang: Jumlah anak dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dibawa pulang seusai bekerja di uar negeri dalam dua tahun terakhir melonjak 273,7 persen dari 19 pekerja pada 2009 menjadi 71 orang TKI yang membawa anak. Jumlah TKI yang hamil setelah kembali ke Tanah Air, juga bertambah 8,1 persen dari 197 orang pada tahun silam menjadi 213 TKI wanita yang hamil pada 2010.
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat, Kamis (23/12), mengatakan jumlah tersebut dikhawatirkan terus bertambah. Terutama, bila para TKI tidak dibekali dengan keterampilan dan kekuatan mental. Apalagi, masih relatif banyak TKI wanita yang terpaksa membawa anak dari hubungan gelap sejak di Tanah Air dan saat bekerja di luar negeri. Di antaranya akibat paksaan dengan para majikan, oknum di penampungan TKI atau kekasih mereka selama bekerja.
"Antisipasi dini harus dilakukan sebelum para TKI wanita itu berangkat kerja ke luar negeri, baik dalam bentuk pemberian keterampilan yang memadai dan juga berbagai informasi pendukung selama mereka bekerja," kata Jumhur. Jumhur menuturkan pula dalam empat hari sekali, seorang TKI yang baru pulang melalui Gedung Pendataan Kepulangan (GPK) TKI di Selapajang, Tangerang, Banten, membawa anak hasil hubungan gelap di tempat kerjanya.
Jumbur menambahkan, dalam dua hari sekali selalu ada TKI yang pulang ke Tanah Air, melalui GPK TKI dalam keadaaan berbadan dua alias hamil tanpa menikah. Saat ini, Rumah Peduli Anak (RPA) TKI yang berada di dekat GPK Selapajang mengasuh lebih dari 10 bayi yang ditinggalkan para TKI bermasalah.
Jumhur memaparkan pula, bagi TKI yang pulang sudah membawa anak dari tempat dia bekerja tidak semuanya mau membawa anaknya ke tempat tinggal mereka di kampung halaman. Bahkan, ada TKI yang menitipkan anak hasil hubungan gelapnya di tempat mereka di panti asuhan atau sanak saudaranya dan ada yang sengaja meninggalkannya begitu saja di GPK TKI di Selapajang.
"Melihat kondisi itu, maka pemerintah harus mengupayakan penyelesaiannya dengan pelatihan dan mempersiapkan calon TKI, serta membuat tempat penampungan bagi anak-anak TKI yang ditinggalkan ibunya," ujar Jumhur.
RPA TKI akhirnya bekerja sama dengan Yayasan Puri Cikeas dan Gerakan Nasional Kesejahteraan Sosial untuk mengumpulkan dana sekitar Rp 15 miliar guna membangun rumah penampungan yang memadai. Menurut Ketua RPA TKI Soeryo Poetranto, dana sebanyak itu akan dipergunakan untuk membangun RPA TKI di Kecamatan Benda, Tangerang agar anak-anak yang ditinggalkan oleh para pekerja bermasalah setelah bekerja di luar negeri dapat tempat yang baik.
Dia menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk pembebasan lahan dan mendirikan bangunan rumah sederhana disesuaikan dengan sarana pembentukan karakter anak. Buat merealisasikan perolehan dana itu, RPA TKI menggelar acara bertajuk "Malam Berbagi untuk Anak Negeri" guna mengumpulkan dana bagi pendirian RPA TKI. Acara ini turut dimeriahkan dengan penampilan Dewi Yull dan Rithim Dance. Diharapkan, pendirian rumah penampungan di atas tanah seluas 1.000 meter persegi di kawasan Cikeas, Nagrak, Gunungputri, Bogor, Jawa Barat, itu dapat direalisasikan.
"Kepada masyarakat yang ingin memberikan donasinya untuk pembangunan RPA TKI dapat juga menyalurkannnya melalui rekening atas nama Yayasan Kepedulian Sosial Puri Cikeas," katanya.(ANS/MFM)

riskafaradilla: riskafaradilla: Istri Lapor Polisi karena Dikencin...

riskafaradilla: riskafaradilla: Istri Lapor Polisi karena Dikencin...: "riskafaradilla: Istri Lapor Polisi karena Dikencingi Suami - Tribu...: 'Istri Lapor Polisi karena Dikencingi Suami - Tribunnews.com'"

riska faradillah: Kriminal.Melonjak, TKI yang Bawa Pulang Anak

riska faradillah: Kriminal.Melonjak, TKI yang Bawa Pulang Anak: "Liputan6.com, Tangerang: Jumlah anak dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dibawa pulang seusai bekerja di luar negeri dalam dua tahun tera..."

Kriminal.Melonjak, TKI yang Bawa Pulang Anak

Liputan6.com, Tangerang: Jumlah anak dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dibawa pulang seusai bekerja di luar negeri dalam dua tahun terakhir melonjak 273,7 persen dari 19 pekerja pada 2009 menjadi 71 orang TKI yang membawa anak. Jumlah TKI yang hamil setelah kembali ke Tanah Air, juga bertambah 8,1 persen dari 197 orang pada tahun silam menjadi 213 TKI wanita yang hamil pada 2010.
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat, Kamis (23/12), mengatakan jumlah tersebut dikhawatirkan terus bertambah. Terutama, bila para TKI tidak dibekali dengan keterampilan dan kekuatan mental. Apalagi, masih relatif banyak TKI wanita yang terpaksa membawa anak dari hubungan gelap sejak di Tanah Air dan saat bekerja di luar negeri. Di antaranya akibat paksaan dengan para majikan, oknum di penampungan TKI atau kekasih mereka selama bekerja.
"Antisipasi dini harus dilakukan sebelum para TKI wanita itu berangkat kerja ke luar negeri, baik dalam bentuk pemberian keterampilan yang memadai dan juga berbagai informasi pendukung selama mereka bekerja," kata Jumhur. Jumhur menuturkan pula dalam empat hari sekali, seorang TKI yang baru pulang melalui Gedung Pendataan Kepulangan (GPK) TKI di Selapajang, Tangerang, Banten, membawa anak hasil hubungan gelap di tempat kerjanya.
Jumbur menambahkan, dalam dua hari sekali selalu ada TKI yang pulang ke Tanah Air, melalui GPK TKI dalam keadaaan berbadan dua alias hamil tanpa menikah. Saat ini, Rumah Peduli Anak (RPA) TKI yang berada di dekat GPK Selapajang mengasuh lebih dari 10 bayi yang ditinggalkan para TKI bermasalah.
Jumhur memaparkan pula, bagi TKI yang pulang sudah membawa anak dari tempat dia bekerja tidak semuanya mau membawa anaknya ke tempat tinggal mereka di kampung halaman. Bahkan, ada TKI yang menitipkan anak hasil hubungan gelapnya di tempat mereka di panti asuhan atau sanak saudaranya dan ada yang sengaja meninggalkannya begitu saja di GPK TKI di Selapajang.
"Melihat kondisi itu, maka pemerintah harus mengupayakan penyelesaiannya dengan pelatihan dan mempersiapkan calon TKI, serta membuat tempat penampungan bagi anak-anak TKI yang ditinggalkan ibunya," ujar Jumhur.
RPA TKI akhirnya bekerja sama dengan Yayasan Puri Cikeas dan Gerakan Nasional Kesejahteraan Sosial untuk mengumpulkan dana sekitar Rp 15 miliar guna membangun rumah penampungan yang memadai. Menurut Ketua RPA TKI Soeryo Poetranto, dana sebanyak itu akan dipergunakan untuk membangun RPA TKI di Kecamatan Benda, Tangerang agar anak-anak yang ditinggalkan oleh para pekerja bermasalah setelah bekerja di luar negeri dapat tempat yang baik.
Dia menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk pembebasan lahan dan mendirikan bangunan rumah sederhana disesuaikan dengan sarana pembentukan karakter anak. Buat merealisasikan perolehan dana itu, RPA TKI menggelar acara bertajuk "Malam Berbagi untuk Anak Negeri" guna mengumpulkan dana bagi pendirian RPA TKI. Acara ini turut dimeriahkan dengan penampilan Dewi Yull dan Rithim Dance. Diharapkan, pendirian rumah penampungan di atas tanah seluas 1.000 meter persegi di kawasan Cikeas, Nagrak, Gunungputri, Bogor, Jawa Barat, itu dapat direalisasikan.
"Kepada masyarakat yang ingin memberikan donasinya untuk pembangunan RPA TKI dapat juga menyalurkannnya melalui rekening atas nama Yayasan Kepedulian Sosial Puri Cikeas," katanya.(ANS/MFM)

Wednesday, December 22, 2010

Heboh !! Kelopak Mata Ikan Lele Bisa Berkedip

Latest News

Senin, 20 September 2010

Heboh !! Kelopak Mata Ikan Lele Bisa Berkedip

Sekilas ikan lele ini tidak beda dengan lele pada umumnya, namun jika diamati dengan seksama ternyata memiliki kelopak mata sehingga bisa berkedip. Kemudian bentuk tubuhnya lengkung tiga mirip sebilah keris dan bisa setengah berdiri seperti ular.

Warga Dusun Njeruk Desa Mandesan Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar geger. Seekor ikan lele unik ditangkap KH RM Khayatul Maqi dan Gus Harfath, pengasuh Pondok Mental Muslim Tembang Batin. Pondok ini menampung anak-anak jalanan

Tuesday, December 21, 2010

seex yang indah dan mempesona

Tribunnews.com - Rabu, 22 Desember 2010 04:13 WIB
Share Cetak PDF Print Berita Ini +
Rangsangan Seks yang Tak Disukai Wanita
IST

Share   
TRIBUNNEWS.COM - Wanita butuh rangsangan berbeda untuk membuatnya siap melakukan hubungan badan. Karena itu, Anda perlu mencari tahu bagaimana agar rangsangan yang Anda lakukan membuatnya ketagihan.

Berikut lima bentuk foreplay yang tak disukai teman wanita Anda:

Over-Agresif
Wanita memang senang disentuh, tapi dengan sentuhan lembut. Cobalah menyentuhnya lebih lembut dan lihat bagaimana dia bereaksi.

Biasanya, sebagian besar pria sangat agresif saat menyentuh pasangan. Hal tersebut dilakukan dengan harapan pasangan Anda juga melakukan cara yang sama. Padahal, tak semua wanita menganggap hal yang sama dengan pikiran Anda.

Gerakan Monoton
Merangsang pasangan pada titik yang sama dalam waktu lama, bisa jadi itu menyakitkan atau sangat membosankan. Ubahlah gaya foreplay secara teratur. Ingat, pengulangan hanya akan membuat pasangan jadi kurang sensitif.

Rutinitas di Ranjang
Bosan dengan aksi di ranjang perlu dihindari. Karena itu, seringlah bereksperimen atau latihan untuk menaikkan gairah pasangan. Eksperimen bisa memberi kita kepercayaan diri untuk mencoba hal baru.

Cobalah dengan serangan dan tekanan berbeda, kemudian tanya pasangan apakah dia menyukainya? Sikap seperti ini membawa pasangan Anda untuk menemukan apa yang dia suka dan tidak suka.

Memelintir Puting
Apapun alasannya, memelintir puting payudara bukanlah aksi yang erotik dan seksi, justru hanya akan menyakiti pasangan Anda. Namun, jika pasangan menginginkannya, ia pasti akan meminta atau memberi tanda.

Melewatkan Klitoris
Saat melakukan foreplay, jangan abaikan area yang sensitif ini. Juga harus ingat bahwa wanita punya empat bibir pada Ms V, dua di dalam dan dua lainnya di luar. Cara termudah dan paling efektif adalah dengan mengaktifkanlah gerakan tangan Anda.

Area klitoris sulit ditemukan jika tidak dirangsang. Tanyakan padanya jika Anda tidak yakin. Saat klitoris terangsang, Anda akan mudah merasakannya. Ingat, pastikan tangan Anda selalu lembab saat mengendalikan Ms V. (*)

Editor: Iwan Apriansyah

riskafaradilla: riskafaradilla: Istri Lapor Polisi karena Dikencin...

riskafaradilla: riskafaradilla: Istri Lapor Polisi karena Dikencin...: "riskafaradilla: Istri Lapor Polisi karena Dikencingi Suami - Tribu...: 'Istri Lapor Polisi karena Dikencingi Suami - Tribunnews.com'"

jeritan anak bang sa yang di siksa

jeritan anak bang sa yang di siksa