Tuesday, January 18, 2011

Gay Bangkok: Bar dan Klab


Selamat datang di Bangkok, tujuan utama wisata gay di Asia. Tempat para pria Thai menggairahkan, lady boy yang menggoda, serta hiruk-pikuk kehidupan malam menyatukan orang lokal dan turis untuk minum bersama, menari dan bermain. Atmosfer ramah ini bisa ditemukan di berbagai tempat keramaian di Bangkok, dari bar dan pub hingga tempat karaoke dan club go-go di seluruh kota.

Mengawali malam

Area Silom (stasiun Saladaeng BTS) adalah pusatnya kehidupan malam kaum gay, penuh dengan keramaian, sensasi dan seksualitas. Jika Anda menikmati makan malam dan wine di gayborhood ini, ada beberapa pilihan -- Richard's, Telephone dan The Balcony adalah tempat-tempat yang bagus untuk turis kelelahan, menawarkan menu makanan beragam, minuman semurah harga happy-hour dan, yang terbaik, majalah gratis yang meneydiakan informasi terbaru dan peta detail tentang kehidupan malam queer di Thailand.

Richard's Pub dan Restoran: 60/17 Silom Soi, 2/1 Bangrak, Bangkok; tel: +66 (0) 2234 0459; www.richards-bangkok.com.
Telepon: 14/11 Silom Soi 4, Bangkok; tel: +66 (0) 2234 3279; www.telephonepub.com.

The Balcony: 86-88 Silom SOi 4, Bangkok; tel: +66 (0) 2235 5891; www.balconypub.com.

Saatnya berdansa

Untuk musik barat dan waktu yang menyenangkan untuk hari apapun dalam seminggu, pergilah ke DJ Station di Silom 2 (satu menit dari
Saladaeng BTS), tempat`bar-bar ramai akan setia menunggu untuk melayani Anda. Tiket masuk ke DJ Station adalah 100 baht pada hari kerja (bonus minuman) dan 200 baht untuk akhir pekan (bonus dua minuman). Kebanyakan minuman seharga 100 baht tersedia di bar. DJ Station menyajikan drag show dari pukul 11.30 malam diiringi tarian. Dan tepat jam 2 pagi, para gay berbondong-bondong ke G.O.D (Guys on Display), puncak acara ketika pesta terus berlanjut hingga pukul 5 pagi (di samping Richard's Pub di Soi 2/1). Untuk tiket masuk seharga 300 baht, Anda mendapat bonus dua minuman gratis.

DJ Station: 8/6-8, Silom Soi 2, bangkok; tel: +66 (0) 2266 4029; www.dj-station.com.
G.O.D.: 80/18-21 Siri-orr, Silom 2/1 (jalan kecil Soi 2 dan Soi Thaniya), Sala Daeng, Bangkok; tel: +66 (0) 2632 8033; www.g-o-dbangkok.com

Tempat Berfantasi

Area Saladaeng adalah tempat di mana Timur dan Barat bertemu, namun jika Anda ingin bergaul dengan suasana yang ramai sesak oleh gay lokal yang suka wiski, maka wujudkanlah fantasi Anda di are Or Tor Kor atau Ramkhamhaeng, yang merupakan dua pusat tempat pemuda lokal Thai berpesta hingga pagi hari. Kumpulan bar di Or Tor Kor Avenue di jalan Kamphaeng Phet (dekat dengan Pasar Chatuchak pada akhir pekan) adalah salah satu rahasia terbaik kehidupan malam gay di Bangkok. Pria muda lokal Thai (dan teman perempuan mereka) datang ke sini untuk makan malam, berdansa dan bermesraan. Tempat nongkrong hipster ini adalah tempat yang aman bagi pria lokal dan wanita yang ingin mencari alternatif dari area Silom, tempat kehidupan malam biasanya dipasarkan untuk turis yang asal lewat. Untuk ke sana, naik BTS menuju stasiun Mo Chit, ke luar di pintu satu dan berjalan lurus ke arah jalan Kamphaeng Phet, dan berbeloklah ke kanan. Jalan lurus sampai anda melihat kumpulan klab di sisi kanan.

Sayangnya, jika Anda tidak ditemani oleh teman lokal Thai, akan sulit berbaur di sini karena kebanyakan mereka tidak bisa berbicara bahasa Inggris atau mereka tidak tertarik dengan pria asing. Fountain Pub adalah tempat yang bagus untuk memulai atau mengakhiri malam, minum dan ngobrol dengan teman-teman atau orang lokal yang cukup berani (atau cukup mabuk) untuk menguji bahasa Inggris mereka pada Anda.

Lalu di sana ada Fake Club, tempat nongkrong para gay paling populer di kota ini. Dengan interior warna ungu mencolok, musik live dan tarian seksi, Fake Club layak mendapat predikat populer itu. Dari musik indie rock Thai hingga pop Korea yang menarik, Anda akan menikmati pertunjukan di tempat yang selalu penuh sesak ini sepanjang minggu. Buka pukul 9 malam - 2 pagi, musik live pada pukul 11.30 malam.

ICK, tujuan klab gay lainnya, memikat para pria muda dari Universitas Ramkhamhaeng di dekat situ dan bisa ditemukan tidak jauh dari jalan Ramkhamhaeng. Drag show yang unik, go-go boys yang enerjik dan lantai dansa yang penuh membuat ICK cocok untuk para pemuda yang masih belajar dan orang asing yang penasaran. Harga Bacardi Breezer atau Heineken adalah 120 baht per botol. Naik taksi menuju ICK dari pusat kota Bangkok kira-kira 150 baht (kurang lebih 25 menit). Dan

Menakertrans: Pemulangan TKI di Arab Saudi Terus Dilakukan

Pemulangan khusus dilakukan bagi anak-anak, perempuan hamil atau mereka yang berusia lanjut, dimana mereka diupayakan untuk dapat dipulangkan terlebih dahulu.
Saat ini, sekitar 200 TKI saat ini masih berlindung di bawah Jembatan Kandara, Jeddah, Arab Saudi menunggu untuk dideportasi ke Indonesia.
Menakertrans: Pemulangan TKI di Arab Saudi Terus Dilakukan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar memastikan pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang nasibnya terlantar di Arab Saudi akan terus menerus dilakukan pemerintah.
"Kita tiap hari sudah melakukan pemulangan lewat KJRI, ada juga pemulangan khusus yang dilakukan Kementerian Polkumham," kata Muhaimin di kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) di Jakarta, Selasa.
Pemerintah juga disebut Menakertrans terus melakukan pendekatan dengan Pemerintah Arab Saudi terutama terkait dengan diterbitkannya "exit permit" bagi para TKI tersebut.
"Kita berharap Pemerintah Arab Saudi memberi kemudahan pemulangan karena memang setiap WNI pulang harus dapat exit permit. Jadi memang agak susah bagi yang tidak punya dokumen," ujarnya.Kelambatan proses pemulangan oleh pemerintah sebelumnya telah memicu gerakan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengumpulkan uang untuk digunakan sebagai biaya pemulangan.
"Gerakan Rp1.000 untuk Pemulangan TKI" yang digagas LSM Migrant Care melakukan pengumpulan dana terhadap masyarakat termasuk pengguna jalan untuk mendapatkan biaya sebesar Rp1,7 miliar yang diperkirakan sebagai biaya untuk pemulangan para TKI di Arab Saudi tersebut.
Sementara itu, Menakertrans menyebut fenomena tersebut memang terjadi rutin dua kali dalam setahunnya yakni saat setelah musim haji dan setelah hari raya Idul Fitri.
"Ke depannya akan dibuat langkah `extraordinary` (luar biasa), agar tepat, tidak salah pemanfaatannya dan tidak jadi bumerang kepada kita," katanya tanpa menguraikan upaya pencegahan apa yang dimaksud.
Pemerintah juga telah membentuk "joint task force" (gugus tugas gabungan) terdiri dari Kemenlu, Kemenakertrans, Kemenag, Kemensos, Polri (Bareskrim), Kemenpolhumham, Kemenko Kesra, Kemeneg PP dan Perlindungan Anak, serta BNP2TKI untuk melakukan upaya pemulangan tersebut.

Arab Saudi Akan Diminta Lebih Perhatikan TKI

Liputan6.com, Jakarta: Tak sedikit tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi mengalami penyiksaan dari sang majikan. Bahkan ratusan TKI kehilangan nyawa. Seperti kasus yang belakangan menimpa pada Kikim Komalasari, kasus penyiksaan Sumiati, hingga kasus penelantaran 200 TKI di kolong jembatan.
Melihat banyaknya kasus yang terjadi, pemerintah Indonesia berjanji segera meminta pemerintah Arab Saudi lebih memperhatikan TKI yang bekerja di sana. Pemerintah Indonesia meminta diadakannya joint task force dan juga perjanjian bilateral di antara kedua belah pihak.
"Kami ingin Arab Saudi memberikan perhatian khusus pada kasus TKI ini. Nanti kami bulan depan akan bertemu dengan Menaker Arab Saudi di sini," ungkap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di kantor BNP2TKI, Jakarta Selatan, Selasa (18/1).
Muhaimin mengatakan, kedatangan Menaker Arab Saudi dalam rangka membicarakan perjanjian bilateral (MoU) serta membentuk joint task force dua negara dalam persoalan ketenagakerjaan. Salah satu poin yang akan dibicarakan di dalam pertemuan, diakui Muhaimin, adalah untuk membahas soal pemulangan TKI di Arab Saudi yang terlantar akibat terkendala exit permit yang tak kunjung diberikan pemerintah Arab Saudi.
Selain upaya yang dilakukan Menakertrans, Muhaimin mengungkapkan pemerintah melalui Menteri Luar Negeri juga berusaha memulangkan para TKI. "Menlu berusaha datang ke sana, bapak Presiden juga sudah bilang akan bicara dengan Raja Saudi Arabia. Kita tunggu saja, yang jelas kita tengah lakukan diplomasi secara all out," pungkas Muhaimin.(AIS)

Monday, January 17, 2011

TKW Stress di Jeddah Usai Diperkosa Majikan

MAJALENGKA, TRIBUNNEWS.COM -- Nasib nahas TKW Indonesia di luar negeri seperti tak ada habisnya. Kali ini menimpa Nina Herawati (20), warga RT 02/ RW 01, Blok Satu, Desa Beusi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Nina dikabarkan mengalami depresi setelah disiksa dan diperkosa majikannya di Jeddah, Arab Saudi.

Hingga kini, keberadaan Nina di Arab Saudi masih dalam pencarian petugas keamanan setempat. Sebab, setelah disiksa dan diperkosa majikan, ibu dua anak itu sempat kabur dan mengamankan diri di bawah kolong jembatan Kandara di Kota Jeddah.

Namun setelah dicari di tempat tersebut, Nina tak kunjung ditemukan. Diduga, Nina ditolong orang lain yang iba melihat keadaannya.

Ditemui di rumahnya, ayah Nina, Ahmad (45) mengatakan, pihak keluarga mengetahui kondisi Nina yang mengalami depresi dan melarikan diri ke kolong jembatan dari tayangan media massa dan rekan Nina sesama TKW di Arab Saudi. Namun keluarga tidak bisa berbuat apa-apa karena Nina dan keluarga hilang kontak sejak beberapa bulan terakhir.

"Terakhir kontak sebelum lebaran 2010. Dia sempat curhat sudah tak betah lagi bekerja karena majikan sering menyiksanya. Tapi waktu itu kami tak menduga jika keadaan Nina separah yang diberitakan selama ini," kata Ahmad, saat ditemui Rabu (1/12/2010).

Sementara suami Nina, Tata Sunarta (34) mengatakan, istrinya berangkat ke Arab Saudi untuk menjadi TKW pada April 2009. Saat itu, Nina berniat menjadi pembantu rumah tangga, melalui PJTKI PT Abdul Pratama Jaya di Jakarta.

Keluarga berharap Nina segera kembali ke tanah air. Mereka ingin agar Nina bisa berkumpul dengan keluarga dan mengurusi dua anaknya yang masih kecil-kecil.

Karena itu, keluarga meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pihak terkait membantu proses kepulangan Nina. Apalagi, berdasarkan kabar yang diterima keluarga, nasib Nina di Jeddah sudah sempat dilaporkan ke KBRI oleh sesama TKW. Namun sayang, pihak KBRI belum mengambil tindakan.

"Kami hanya ingin agar Nina kembali. Tolonglah kepada pemerintah dan pihak terkait untuk membantu," kata Tata. (*)

riskafaradilla: riskafaradilla: Istri Lapor Polisi karena Dikencin...

riskafaradilla: riskafaradilla: Istri Lapor Polisi karena Dikencin...: "riskafaradilla: Istri Lapor Polisi karena Dikencingi Suami - Tribu...: 'Istri Lapor Polisi karena Dikencingi Suami - Tribunnews.com'"